Kapolda Boleh Silih Berganti, Judi Jalan Terus

Judi di Riau

Kapolda Boleh Silih Berganti, Judi Jalan Terus

- detikNews
Selasa, 02 Des 2008 10:25 WIB
Kapolda Boleh Silih Berganti, Judi Jalan Terus
Pekanbaru - Mabes Polri menyebut peredaran judi di Riau sudah berlangsung sejak tahun 2001 silam. Dan hingga tahun 2008, perjudian tetap marak. Dan kini sedikitnya enam jenderal diduga terlibat di sana.

Masa keemasan perjudian di Riau itu berlangsung antara 2001 hingga 2005. Judi yang paling dikenal di Riau disebut Sie Jie alias toto gelap (togel). Judi yang mirip dengan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB) ini berkiblat ke Singapura. Dalam seminggu sang bandar minimal melakukan 5 kali pengundian nomor.

Di era itu, bandar judi besar di Riau dipegang oleh pria berinisial DH, seorang WNI keturunan Tionghoa. Jauh sebelum bendera DH berjaya, bandar judi dipegang AG, LK serta sederatan nama lainnya. Perjudian yang dikelola DH bukan hanya togel, tapi juga permainan bola tangkas dan jackpot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arena perjudiannya pun tidak tersembunyi, melainkan di pusat kota. Tepatnya di Mal Pekanbaru. Beberapa lainnya tersebar di tempat-tempat hiburan malam. Bisnis judi memang sangat menggiurkan, sebab dalam sehari para bandar bisa meraup omzet miliaran rupiah.

Bisnis judi di Riau memang seolah tak tersentuh hukum. Meski pejabat Kapolda Riau silih berganti, perjudian masih saja tumbuh subur. Β 

Sejumlah nama jenderal yang pernah mengisi jabatan orang nomor 1 di Kepolisian Daerah Riau tahun 2002 hingga 2008 antara lain Brigjen Pol Joni Joyana, Brigjen Pol Dedi S Komaruddin, dan Brigjen (Pol) S Damanhuri, Brigjen Pol Ito Sumardi, dan Brigjen Pol Sutjiptadi.

Pada masa itu, polisi memang pernah melakukan penangkapan terhadap para bandar judi. Namun diduga kuat mereka yang ditangkap bukan jaringan DH. Hal ini menimbulkan sinyalemen bahwa penangkapan tersebut hanya 'pesanan' pihak tertentu yang tidak ingin lahannya terganggu.

Saat dikonfirmasi detikcom, Ito Sumardi membantah dirinya menjadi beking judi di Riau. Dia mengaku tidak pernah menerima sepeser pun setoran dari para bandar judi.

"Saya pernah bertugas di Timor-Timur, Aceh, dan Papua. Masa kemudian saya melacurkan diri, itu hukumnya haram," kata Ito yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumsel.

"Demi Allah saya tidak tahu, itu karangan. Waktu jadi Kapolda Riau saya memberantas judi dan illegal logging. Masa saya main-main di sana dan kemudian dapat bintang dua," tambahnya.

Lebih lanjut Ito menjelaskan saat dia bertugas ada 141 kasus judi dan 139 tersangka yang diproses. Dirinya juga mempersilakan kepada tersangka judi togel yang beromzet miliaran yang telah ditangkap yang bernama Acin, apakah kenal dirinya atau tidak.

"Waktu itu dia mengaku tidak main judi lagi, sekarang dia main di rumah-rumah mewah. Memang ada main dan enggak main, dia melihat kelemahan," jelasnya. (djo/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads