Jakarta -
Bagaimana seandainya kedua belah pihak yang sama-sama dimusuhi Republik Rakyat Cina (RRC) ini bertemu? Apapun hasilnya, yang jelas pertemuan antara pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama dan pemerintah Taiwan akan digelar tahun depan.
Pemerintah Beijing kemungkinan akan murka bilamana pertemuan keduanya jadi digelar, demikian analisis kantor berita Reuters. Oleh Beijing, Dalai Lama dianggap sebagai tokoh separatis. Beijing menuduh Dalai Lama selama ini giat mencari dukungan bagi kemerdekaan Tibet dari luar negeri.
Sementara itu, konfrontasi antara Pemerintah RRC dan Pemerintah Taiwan tidak perlu diragukan lagi. Semenjak menyatakan diri berpisah dari Cina Daratan pada tahun 1946 menyusul direbutnya dataran Tiongkok oleh Partai Komunis Cina, Taiwan memang selalu menjadi duri dalam daging bagi Beijing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, menurut salah seorang anggota parlemen-di-pengasingan Tibet Kedroob Thondup, kedatangan Dalai Lama ke Taiwan adalah untuk bertemu teman-teman lama dan mengajarkan agama. "Beliau memiliki begitu banyak teman di Taiwan yang sudah sangat merindukannya. Secara pribadi saya berharap tidak akan ada yang keberatan - kecuali Pemerintah RRC tentunya," tambahnya.
(alf/gah)