"Kita sudah pesan amunisinya, baru datang 2009-2010. Pemesanan kapal tidak termasuk amunisinya," ujar KSAL Laksamana Tedjo Edhie Purdijatno usai meninjau KRI Sultan Iskandar Muda di Pelabuhan Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (1/12/2008).
Senjata yang belum dilengkapi adalah 2 X 4 Rudal anti pesawat terbang Mistral TETRAL, 4 rudal permukaan MBDA Exocet MM 40. Baru meriam kaliber 76 mm yang bisa diandalkan saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga akan libatkan untuk misi diplomasi. Dengan diplomasi orang akan tahu kita punya kekuatan," ujarnya.
KRI Sultan Iskandar Muda adalah kapal korvet kelas SIGMA ketiga milik TNI AL yang tiba di tanah air. Sebelumnya KRI Diponegoro dan KRI Hasanuddin telah lebih dulu tiba.
Indonesia memesan 4 buah kapal perang jenis ini dari pabrikan Schelde di Belanda. Biaya total yang dikeluarkan sekitar 700 juta euro. "Kapal yang keempat akan datang April 2009," jelas Tedjo. (rdf/ndr)











































