Pelatihan itu diadakan kelompok militan Lashkar-e-Taiba dan dipimpin oleh seorang mantan anggota tentara Pakistan, demikian keterangan polisi yang mendampingi penyerang tersebut dalam proses interogasi.
"Mereka menjalani pelatihan melalui beberapa fase, termasuk di dalamnya pelatihan memegang senjata, merakit bom, keterampilan bertahan hidup di alam bebas, bahkan juga peraturan mengenai makanan," ungkap seorang petugas lain yang tidak diizinkan menyebut namanya kepada kantor berita Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azam Amir Kasav, nama pemuda berusia 21 tahun yang lancar berbahasa Inggris yang berhasil ditangkap polisi tersebut juga mengakui bahwa kelompoknya "mendapat perintah di Pakistan."
Sebagaimana diberitakan detikcom, sepuluh orang militan merangsek ke jantung kota Mumbai dan kemudian melakukan aksi penembakan yang menewaskan 183 orang (sebagian menyebut 195) dan melukai ratusan lainnya.
Pakistan sendiri, melalui keterangan Presiden Asif Ali Zardari membantah keterlibatan negaranya dalam aksi teroris di kota Mumbai tersebut. Asif bahkan mengajak India untuk bersama-sama menumpas terorisme.
(alf/gah)











































