"Saya sudah instruksikan kepada polisi, intel, dan TNI untuk melakukan gladi resik atau exercise untuk mengasah kesiagaan dan estimasi keamanan dalam rangka pencegahan aksi-aksi terorisme atau kerusuhan," ujar SBY dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2008).
Jumpa pers ini digelar secara khusus menyikapi masalah-masalah terkini di Indonesia maupun dunia. SBY didampingi oleh sejumlah anggota kabinet, antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menkeu Sri Mulyani, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, dan staf khusus, seperti Andi Mallarangeng dan Denny Indrayana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pencegahan kerusuhan, SBY juga menginstruksikan agar pengerahan-pengerahan massa terutama menjelang Pemilu 2009 dihentikan. Sebab, hal itu bisa memicu terjadinya kerusuhan. "Mari kita hindari pengerahan-pengerahan massa yang tidak diperlukan. Karena pengerahan massa bisa menimbulkan gangguan serta ketertiban publik," pinta SBY.
SBY juga meminta, baik polisi, TNI maupun intel harus mampu memelihara situasi keamanan dan mencegah terjadinya aksi terorisme. "Jika ada benih-benih yang mengarah ke sana, harus bisa ditindak dengan cepat dan tepat," tegas SBY.
Presiden SBY juga meminta masyarakat untuk menahan diri, terutama menjelang Pemilu 2009. Sebab, situasi politik menjelang hajatan 5 tahunan tersebut semakin panas. (asy/nrl)











































