"Sepertinya yang terungkap ke permukaan sedikit. Tapi kalau dilihat sebetulnya banyak. Ada yang tidak terungkap, ada yang dipetieskan. Macam-macam," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/12/2008).
Kak Seto mengatakan, meski terjadi di hampir di banyak sekolah, 'kegiatan' semacam itu harus dihentikan. Untuk itu, diperlukan partisipasi semua pihak mulai dari sekolah, orang tua dan siswa itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nggak imbang, nanti siswa bisa stres dan kalau ada masalah sedikit bisa meledak," lanjut pria yang memiliki saudara kembar itu.
Kasus kekerasan yang baru-baru ini mencuat terjadi di SMA 90. Di sekolah tersebut, murid-murid kelas 1 dipaksa berkelahi dengan siswa kelas 3 hanya karena membuat jaket almamater berbeda tanpa izin.
Selain itu, siswa-siswa kelas 1 juga diwajibkan mengikuti 'penataran' yang dilakukan kakak-kakak kelasnya. Mereka disuruh buka baju, berlari, dan bahkan ditampar.
Kasus yang memprihatinkan juga terjadi di SMA 26 Jakarta. Di sekolah tersebut, alat kelamin murid pria yang ikut ekstrakurikuler futsal dimain-mainkan. Yang lebih mencengangkan, pelecehan seksual itu dilakukan oleh pendidik futsal. (ken/iy)










































