Walhasil, kalaupun para demonstran meninggalkan bandara, hal tersebut tidak lantas berarti bandara Suvarnabhumi dapat serta merta langsung digunakan.
"Menurut saya, beberapa sistem sudah rusak," ungkap Manajer Umum Bandara Suvarnabhumi, Serirat Pratusanond, kepada kantor berita Reuters, Senin (1/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja hal ini menambah beban yang harus dipikul otoritas bandara Suvarnabhumi. Bagaimana tidak, hingga kini para demonstran anti-pemerintah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) belum juga beranjak dari bandara meski sudah diperingatkan polisi.
Otomatis, aktivitas penerbangan di bandara tersebut nyaris lumpuh. Padahal, bandara senilai 4 miliar dolar AS tersebut dalam sehari harus melayani sekitar 125.000 penumpang. Diperkirakan ribuan turis dan warga negara asing terlantar akibat aksi para demonstran yang menuntut mundurnya Perdana Menteri Somchai Wongsawat. Tak pelak, aksi pendudukan para demonstran telah memukul sektor perhubungan dan pariwisata Thailand.
(alf/nrl)











































