Cek Kasus Kekerasan, Dikmenti Datangi SMA 90 Jakarta

Cek Kasus Kekerasan, Dikmenti Datangi SMA 90 Jakarta

- detikNews
Senin, 01 Des 2008 11:57 WIB
Cek Kasus Kekerasan, Dikmenti Datangi SMA 90 Jakarta
Jakarta - Kekerasan terjadi di SMA 90 Jakarta. Departeman Pendidikan Nasional (Depdiknas) meminta Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta memanggil Kepala Sekolah SMA 90.

Namun Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta Margani mengatakan hal itu tidak perlu. "Pihak kita yang cek ke sana. Tidak perlu panggil-panggilan. Nanti malah ganggu tugasnya sebagai kepala sekolah," kata Margani kepada detikcom, Senin (1/12/2008).

"Kan sekarang sudah ada handphone, ada e-mail. Kayak zaman kolonial aja panggil-panggilan," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Margani mengaku sudah mendengar kasus kekerasan yang terjadi di sekolah yang terletak di kawasan Kebayoran Lama itu. Saat ini, staf Dikmenti sedang mengecek ke sekolah tersebut.

"Kita akan lihat dulu bagaimana kasus yang sebenarnya. Insya Allah akan kita tangani dengan baik," ujar Margani.

Kekerasan di SMA 90 bermula saat siswa kelas 1 sekolah tersebut membuat jaket almamater yang berbeda dari murid-murid kelas 3 tanpa izin. Karena merasa dilangkahi, siwa kelas 3 pun marah.

25 November lalu, murid-murid kelas 3 dan 2 mengumpulkan sekitar 68 murid kelas 1 di sebuah lapangan di daerah Bintaro, Jakarta Selatan dan memaksa mereka berkelahi. 34 siswa kelas 1 pun mengalami luka-luka ringan.

Pada tanggal 28 November, pihak sekolah menghukum murid yang terlibat aksi premanisme itu. 26 Siswa kelas 3 dan 11 siswa kelas 2 diskorsing selama 5 hari. Namun orang tua tidak terima dan menuntut mereka dikeluarkan dan dibawa ke polisi. (ken/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads