Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) yang menduduki dua buah bandara di Thailand, Suvarnabhumi dan Don Muang, memang memberi izin bagi sejumlah pesawat untuk bertolak dari bandara, namun izin itu hanya diberikan pada pesawat yang mengangkut turis yang terjebak.
Belum ada tanda-tanda kompromi dari pihak PAD menyangkut pendudukan bandara-bandara tersebut. Padahal, Minggu (30/11/2008) lalu polisi telah memerintahkan para demonstran agar segera meninggalkan bandara Suvarnabhumi dan Don Muang seraya mengancam para demonstran dengan hukuman penjara bagi mereka yang membandel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Tidak ada bentrokan yang terjadi ketika massa DAAD berpapasan langsung dengan kumpulan demonstran dari PAD yang menduduki kantor perdana menteri. (alf/nrl)











































