KRI Sultan Iskandar Muda merapat di dermaga Komando lintas laut militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/12/2008) pukul 07.00 WIB.
Begitu tiba, kapal ini dijemput oleh KRI Sanca dan selanjutnya akan memperkuat jajaran Komando Armada Timur (KOAR) yang berkedudukan di Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal perang Sultan Iskandar Muda merupakan produksi pabrikan schelde di Belanda. Dibangun tahun 2006 dan selesai pada bulan Agustus 2008.
Para awak kapal KRI Sultan Iskandar Muda telah berlayar selama 43 hari dari kota Vlissingen di Belanda melewati Spanyol, Napoli (Itali), Mesir, Jeddah, Oman, India, hingga ke Sabang (Aceh). Kapal ini dioperasikan oleh 78 awak dan dipimpin langsung oleh Letnan kolonel laut Ariantyo.
Kapal ini merupakan generasi kapal mutakhir dengan panjang 90,7 meter dan lebar 13,02 meter. Dengan panjang tersebut, kapal ini mampu digeber hingga kecepatan 30 knot. Hebatnya, kapal ini benar-benar dirancang untuk berperang. Selain disiapkan untuk melakukan pertempuran di atas air, juga anti kapal selam, dan anti pesawat udara.
Persenjataan yang dimiliki kapal ini yakni satu canon 76 mm, terdapat torpedo untuk serangan kapal selam, dan surface air missile (SAM) anti pesawat udara.
(ape/iy)











































