Jakarta - Sejarahwan Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong meyakini naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) berada di tangan Soeharto. Namun, Cosmas Batubara, aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), angkatan 1966 memberitahu kenyataan yang berbeda.
"Kemarin saya bertemu, Ia (Cosmas) mengoreksi saya, katanya naskah asli tidak ada di tangan Soeharto, tapi di Pak Tjip (Jenderal Soetjipto) ketua KOTI," tandasnya.
KOTI adalah lembaga dalam militer di bawah kendali langsung Soekarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anhar, Cosmas mengetahui naskah asli berada di tangan Soetjipto karena ia mendapat keterangan langsung darinya. Soetjipto bertemu langsung dengan Cosmas dan menjelaskan status posisi Supersemar tersebut.
"Pak Cosmas kan pelaku, kalau saya hanya sejarahwan jadi dia lebih kuat," pungkasnya.
(nwk/nrl)