M Jusuf adalah satu di antara tiga jenderal (Basuki Rachmat, Amir Mahmud, dan M Jusuf) yang menghadap Soekarno di Istana Bogor pada 11 Maret 1966, menyerahkan surat itu.
Β
Sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan draf asli diperlukan untuk membuktikan naskah di internet itu asli atau tidak.
"Lebih baik ditanyakan lagi kepada istri Jenderal Jusuf, Eli Jusuf," ujar Asvi saat dihubungi detikcom, Minggu (30/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari dulu saya berkeyakinan naskah asli ada di Soeharto," jelas dosen sejarah dari UI ini kepada detikcom lewat telepon, Minggu (30/11/2008).
Anhar berpendapat, Soeharto sebagai penerima mandat dipastikan lebih mengetahui keberadaan naskah tersebut.
"Saya yakin beliau (Soeharto), yang paling tahu keberadaannya. Tapi kini sudah meninggal, mungkin bisa kita tanya ke keluarga Pak Harto," imbuhnya.
M Jusuf sempat diharapkan publik mengungkap tabir suksesi politik dari Presiden Soekarno ke Soeharto. Namun di saat misteri Supersemar belum terungkap, M Jusuf keburu wafat 8 September 2004 pada usia 76 tahun di Makassar. Buku biografinya yang diharapkan mengungkap misteri Supersemar juga tidak sesuai yang diharapkan publik. (nwk/nrl)










































