Seperti yang diutarakan sopir antar-jemput karyawan Theodorus kepada detikcom, di SPBU Menteng, 200 meter dekat Taman Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2008).
"Kalau begini sih percuma Mas. Ya harusnya 40 persen. Kalau cuma gopek nggak ada pengaruhnya," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada. Waktu dulu naik hampir 80 persen penghasilan saya seret. Kalau misalnya turun Rp 2 ribu atau Rp 1.500, saya kan bisa nabung," ujar pengendara Suzuki Carry merah ini.
Tanggapan dingin juga dilontarkan pengendara motor Eko, di SPBU seberang Departemen Kesehatan (Depkes), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Ya kalau segini mah tanggung. Kalau turun cuma gopek sih nggak ada pengaruhnya. Kecuali kalau turun Rp 3 ribu, itu baru terasa," keluh dia.
Pemerintah mengumumkan harga premium turun dari Rp 6 ribu menjadi Rp 5.500 per liter, pada Kamis 6 November 2008 lalu. Ada dua pertimbangan pemerintah menurunkan harga BBM Premium. Pertama adalah harga minyak dunia yang terus turun hingga di bawah US$ 65, dan yang kedua adalah aspirasi masyarakat. (nwk/nwk)











































