dua orang mahasiswa yang selama 10 hari melakukan aksi jahit mulut akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Kedua orang mahasiswa tersebut dilarikan ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi.
"Iya, mereka dilarikan ke RS Yadika," terang Adit (21), salah seorang juru bicara mahasiswa yang dihubungi detikcom, Minggu (30/11/2008).
Menurutnya, kedua rekannya tersebut tengah ditangani oleh pihak rumah sakit. "Lagi dicek tim medis. Katanya kekurangan cairan dan tensinya turun," tambah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) tersebut.
Kedua mahasiswa tersebut, masing-masing Fery Prabowo (22) dari FISIP USNI dan Jefrima (21) dari akuntansi Bina Sarana Informatika (BSI) telah melakukan aksi mogok makan sejak Jumat 21 November 2008 lalu. Bersama rekan-rekannya, mereka memprotes rencana pemerintah yang hanya menurunkan harga premium sebesar 8 persen terhitung 1 Desember 2008.
"Satu lagi mahasiswa, Erni (21) dari Samarinda sudah dipulangkan ke orangtuanya karena kondisinya tidak memungkinkan," imbuh Adit.
Adit menambahkan bahwa malam ini dirinya beserta rekan-rekannya akan mengadakan acara tabur bunga di depan kampus USNI di Jalan Arteri Pondok Indah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Acara ini sebagai bentuk keprihatinan atas matinya pemerintah," jelas Adit.
Lantas bagaimana tanggapan pihak rektorat atas semua aksi mahasiswa, mulai dari jahit mulut hingga aksi tabur bunga? "Mereka mendukung," tandas Adit.
(alf/nwk)











































