Di 11 desa tersebut, banjir sudah menggenangi hampir seluruh badan jalan. Luapan banjir
makin bertambah ketika memasuki perkampungan. Ratusan rumah terendam air dan lumpur. Ketinggian air mencapai satu meter.
Sebanyak 11 desa yang diterjang banjir itu berada di 3 wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Bukal, Kecamatan Momunu dan kecamatan Tiloan. Sebagian besar warga setempat mengungsi. Namun ada pula yang memilih bertahan menunggu banjir surut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini banjir datang malam-malam, waktu torang semua tidur. Tapi untung tidak ada yang tenggelam atau kenapa-kenapa," kata Salim kepada detikcom, Minggu (30/11/2008).
Banjir ini biasanya hingga sepekan barulah benar-benar surut. Sebagian besar warga menduga, ini diakibatkan oleh penebangan liar yang merajalela di wilayah hutan mereka.
Ini adalah banjir yang kesekian kalinya terjadi di wilayah tersebut. Namun, tidak ada tindakan antisipasi dari pemerintah setempat untuk mengurangi risiko dan dampak banjir ini. (rdf/rdf)











































