"Belum pasti apakah keluarga mau memperkarakan kasus ini atau tidak, kita serahkan kepada polisi saja. Kita tidak mau ada beban," ujar paman Inoel, Rachmad Hamzah, kepada detikbandung, Minggu (30/11/2008).
Menurutnya kini yang terpenting adalah mengembalikan kondisi Inoel seperti sebelum dia diculik. Walaupun demikian, kata Rachmad, keluarga berharap kepolisian dapat menuntaskan misteri hilangnya Inoel selama 9 hari tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inoel hilang pada Kamis (20/11/2008), saat dirinya pamit kepada ibunya pergi sebentar ke swalayan dekat rumahnya. Pada saat pergi, Inoel hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Setelah itu, Inoel tak pernah kembali.
Inoel mengaku dirinya diculik dan disekap oleh sekelompok orang. Sejak hari pertama tidak kembali ke rumah pada 20 November 2008, Inoel dibawa berpindah-pindah tempat dan dibius. Sampai akhirnya dibuang di daerah Kota Tasikmalaya, dan kemudian ditemukan warga di sebuah masjid di Kampung Cigurubug, Desa Pasir Batang, Kecamatan Manonjaya pada Sabtu (29/11/2008) ketika shalat subuh.
(ahy/ern)











































