"Saya sms keduanya (Gus Ipul dan Khofifah)," ujar Mahfud yang mengenakan jaket berwarna hitam di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2008). Mahfud memberikan keterangan pers menjelang keluarnya keputusan atas sengketa Pilkada Jatim.
Menurut Mahfud, keduanya merupakan teman-temannya sejak dahulu sehingga ia harus mampu bersikap adil. Hal itulah yang menyebabkan ia mengirim sms kepada keduanya. Kepada wartawan yang disuguhi
kacang dan ubi rebus, Mahfud pun membacakan isis sms tersebut.
"Pak Ipul dan Mbak Khofifah, maaf sejak menjelang Pilkada Jatim putaran kedua, saya menutup HP dari kontak-kontak Mbak Khofifah dan Pak Ipul. Maksudnya bukan untuk menutup silaturrahmi, tetapi agar saya bisa memosisikan diri secara tepat dalam kasus yang sudah sejak awal diprediksi masuk MK," terang Mahfud membacakan isi sms tersebut.
"Saya masih pegang komitmen yang sama sejak kita sama-sama di PKB, yakni akan menegakkan hukum dan keadilan," tambah Mahfud. "Anda berdua harapan masa depan yang dibanggakan warga NU tentu mendukung sikap saya untuk menegakkan hukum dan keadilan," tambah Mahfud yang mengaku mengirim sms tersebut seminggu lalu.
Mahfud yang didampingi Wakil Ketua MK Abdul Mu'tie Fajar dan Kepala Biro Humas dan Protokol MK Zaenal Hoesein pun menegaskan bahwa kondisi di Jawa Timur sudah kondusif. "Yang ramai kan hanya di Jakarta dan koran," ujarnya yang disambut tawa para wartawan yang hadir.
Lantas, kapan putusan atas sengketa pilkada Jatim keluar? "Hari Selasa (2/12/1008) jam 10," jawab Abdul. (alf/iy)











































