SBY Harus Jamin Aulia Pohan Tak Diistimewakan

SBY Harus Jamin Aulia Pohan Tak Diistimewakan

- detikNews
Minggu, 30 Nov 2008 12:18 WIB
SBY Harus Jamin Aulia Pohan Tak Diistimewakan
Jakarta - Kasus Aulia Pohan menjadi ujian terbesar bagi Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam membuktikan program pemberantasan korupsi. Diharapkan SBY mampu meredam keluarganya, agar mau mentaati proses hukum. Jangan sampai Aulia Pohan diperlakukan lebih istimewa dari tahanan yang lain.

"SBY perlu mengendalikan sikap mantu dan putranya untuk menghormati prosedur hukum yang berlaku dalam konteks kunjungan ke rutan atau lapas dan lainnya," ujar anggota DPR FPKS, Al Muzzammil Yusuf, dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (30/11/2008).

Menurut Muzzammil SBY seharusnya mendorong aparat penegak hukum agar bertindak profesional. Sehingga tidak ada pelayanan khusus yang diberikan kepada besannya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak boleh ada pelayanan-pelayanan khusus yang mencederai rasa keadilan publik," kata Ketua Departemen Polhankam DPP PKS tersebut.

Muzzammil menambahkan, apabila SBY sukses dalam hal ini maka ini bisa menjadi tonggak dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu akan menimbulkan efek yang positif dalam memberantas kasus korupsi.

"Budaya anti korupsi dan penegakan hukum akan semakin mengkristal dan akan menjadi bola salju yang akan sulit dibendung pada masa yang akan datang," tandas pria berjenggot tersebut.

Selain itu Muzzammil juga menyarankan agar pemerintah mau belajar dari negara lain seperti Singapura dan Hongkong. Kedua negra tersebut mampu membangun budaya anti korupsi dalam waktu 20 tahun.

"Kalau ujian seperti ini bisa kita lalui dengan baik, mungkin waktu 15 tahun sudah cukup bagi Indonesia untuk bisa bangkit membangun budaya anti korupsi yang kokoh," pungkas Muzzammil.

(ddt/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads