"Kita komitmen untuk netral di Pilkada dan Pemilu mendatang, sebagai basis santri kita akan berdiri di atas semua golongan, tidak akan mendukung salah satu calon dalam pemilihan bupati, gubernur atau presiden yang atas namakan Gontor," kata Pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi usai Silahturahim Nasional Keluarga Besar Pondok Modern Gontor di JHCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (29/11/2008).
Namun, menurut Abdullah Syukri, pihaknya akan memberikan doa restu kepada siapa yang datang. Tapi dengan catatan calon tersebut tidak berbuat zalim kepada umat Islam, menegakkan keadilan, bisa merangkul semua golongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdullah Syukri mengaku banyak tokoh dan pejabat alumni pesantrennya, termasuk tokoh politik dan ormas. Namun begitu, tidak akan ada instruksi kepada para santrinya untuk mendukung alumninya yang mencalonkan diri sebagai capres atau lainnya di Pemilu mendatang.
"Siapa pun alumni Gontor yang diinginkan bangsa memimpin kita doakan. Tapi di Gontor bebas ada dari Muhammadiyah dan NU. Satu hal Gontor tidak berpolitik praktis, tapi justru sebagai perekat umat," imbuhnya. (zal/nrl)











































