Eda, siswa SD Al-Azhar Salatiga, Jawa Tengah, meraih penghargaan Juara I kategori umum kelompok umur 6-9 tahun pada International Art Competition for Children’s Painting “Mission Rescuer 2008”, Bulgaria.
Penyerahan hadiah utama untuk Eda diberikan langsung oleh Deputi Perdana Menteri/Menteri Urusan Situasi Darurat Bulgaria, Emel Etem dalam sebuah seremoni pada 26/11/2008 di National Palace of Culture (NDK), Sofia, Bulgaria, dan diliput oleh stasiun TV swasta nasional setempat: Bulgarian Balkan TV (BBT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya, Dubes Inkiriwang menyampaikan penghargan kepada Kementerian Urusan Situasi Darurat Bulgaria yang telah bersedia menanggung biaya tiket penerbangan untuk mendatangkan Eda ke Bulgaria, serta mengupayakan bantuan pengeluaran visa dengan cepat melalui Kedubes Bulgaria di Jakarta.
Disampaikan juga bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia pun telah membantu untuk mengeluarkan paspor secara cepat bagi Eda untuk kepentingan tersebut.
"Namun karena kendala teknis Eda tidak dapat didatangkan ke Bulgaria," ujar Dubes Inkiriwang seperti disampaikan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Sofia Aditya Timoranto kepada detikcom Jumat malam ini atau Sabtu (9/11/2008) WIB.
Sehubungan dengan ketidakhadiran Eda dan permintaan Pihak Kementerian Urusan Darurat agar Dubes RI mewakili Eda pada saat pemberian hadiah, maka Dubes RI membawa putri seorang staf yang lebih tepat untuk mewakili Eda.
Direktur Kerjasama Internasional Kementerian Urusan Situasi Darurat, Dr. Maria Vranovska menyampaikan penghargaan atas inisiatif Dubes RI tersebut dan mengemukakan bahwa acara akan berjalan lebih menarik sekiranya para wakil kedubes negara sahabat lain melakukan inisiatif serupa.
Internet dan Dukungan Orangtua
Eda saat ini duduk di Kelas 4 Sekolah Dasar Islam Al Azhar di Salatiga, Jawa Tengah. Menurut penuturan sang ayah, Qomarudin, yang dihubungi Staf KBRI melalui telpon, Eda merasa sangat senang mendengar berita dirinya memenangkan lomba melukis di Bulgaria.
Eda dan kakaknya, Oase Qomara (10), memang gemar melukis dan hal ini sangat didukung oleh Qomarudin. Mereka mendapatkan informasi mengenai lomba “Mission Rescuer 2008” dari internet dan karya mereka dikirimkan melalui pos.
“Walaupun biayanya cukup mahal, tetap saya kirimkan untuk menghargai karya anak saya,” demikian Qomarudin yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswastawan.
Oase juga menyertakan karyanya untuk mengikuti lomba melukis internasional tersebut, namun dia belum berhasil menyabet salah satu gelar juara.
(es/es)











































