"Tidak ada pesantren yang mengajarkan terorisme," tegas Dirjen Pendidikan Islam Departemen Agama Mohammad Ali dalam surat elektronik kepada detikcom, Jumat (28/11/2008).
Mohammad Ali mengatakan, pesantren telah ada di Indonesia sejak sebelum merdeka. Dari pesantren pula, hadir tokoh-tokoh agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhasan pesantren, kata Ali, yakni adanya penyelenggaraan program kajian ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber pada kitab-kitab berbahasa Arab yang disusun pada zaman pertengahan atau lebih dikenal dengan nama kitab kuning.
Terkait dengan MQK atau Lomba Baca Kitab III, Mohammad Ali menjelaskan, musabaqah ini akan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Suryadharma Ali. "Karena dia bersedia dan berlatar belakang santri," ucap Ali.
Dia menjelaskan, MQK III merupakan lanjutan dari kegiatan dua tahunan yang pernah dilakukan sebelumnya. MQK pertama dilakukan di Pondok Pesantren Al-Falah Bandung tahun 2004 dan yang kedua kalinya tahun 2006 yang diselenggarakan di Pesantren Lirboyo Kediri.
Menurutnya, MQK ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri pada kitab-kitab kuning serta untuk meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber-sumber kitab aslinya. (ken/gah)











































