Menurut Din, pernyataan pria yang akrab disapa Buya itu hanya membandingkan Wakil Presiden zaman dulu dan sekarang. "Saya yakin kesimpulan yang dibuat Buya itu dilakukan dengan pendekatan sejarah," kata Din.
Hal itu disampaikan Din di sela-sela pengajian Muhammadiyah di kantornya, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Din, The Real President saat ini tetap SBY. "Kalau pribadi saya, tetap SBY karena menurut konstitusional dialah Presidennya. (ken/ken)










































