memutuskan sengketa Pilkada di Jawa Timur. Mereka juga meminta agar semua
elemen masyarakat tidak terpancing perpecahan.
"Kami harapkan MK bisa memutuskan secara adil, arif dan bijaksana. Sehingga
masyarakat tentram, khususnya di Jatim dan tidak mencederai rasa keadilan
masyarakat dan praktik demokrasi," ujar salah Ketua Umum PP Lajnah Ta'lif
wan Nasyr NU Ahmad Baso dalam jumpa pers Barisan Muda NU di PBNU, Jl Kramat
Raya, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
Menurut Baso, masyarakat tentunya akan menerima keputusan apapun hasilnya."Ya Alhamdulillah, itu jaga keutuhan. Kalau sebaliknya kita sayangkan, makanya harus adil dalam mengabil keputusan," jelas anggota Komnas HAM ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini harus diwaspadai, kalau itu juga tidak ditanggapi KPU, Bawaslu atau
Panwaslu, pemimpin-pemimpin kita banyak dihasilkan melalui ketok palu,
sehingga banyak pertengkaran-pertengkaran di bawah seperti di Maluku,"
ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Ikatan Pelajar NU (IPNU) Idy Muzayyad mengatakan, saat ini masyarakat Jatim merasakan adanya kekuatan politik besar ikut campur dalam sengketa Pilkada di sana. "Kekuatan itu akan mencederai perasaan masyarakat yang sebelumnya memiliki harapan adanya pilkada yang bersih dan tidak ada kecurangan," ucapnya.
Hanya saja Idy tidak menyebutkan siapa kelompok atau kekuatan politik yang dimaksudkan bermain di sana. "Patut diduga ada konspirasi tingkat tinggi untuk membalikan keadaan. Ini yang perlu kita investigasi kemenangan yang sebelumnya dari Kaji ke Karsa," jawabnya.
BMNU dalam keterangannya juga mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pemilu 2009 yang bersih, jujur dan adil. Diharapkan dengan pemilu seperti itu hadir pemimpin-pemimpin yang kredibel dan bukan karena manipulasi dan kecurangan.
BMNU sendiri merupakan gabungan ormas lainnya, sepereti PP Lajnah Ta'lif wan
Nasyr NU, PP Ikatan Pelajar NU, P Pelajar Putri NU, PP Lembaga Seniman dan budayawan NU, P Fatayat NU, PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Merekaย meminta agar warga Nahdliyin tidak terpancing isu tersebut. (zal/mad)











































