Kepastian ini disampaikan sehubungan dengan pemberitaan di media massa tentang temuan FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) terhadap adanya jejak melamin. Di antaranya dalam produk nutrisi kesehatan, termasuk Nestlé Peptamen Junior dan Nestlé Nutren Junior Fiber dalam bentuk cair yang dibuat dan dipasarkan di AS. Kedua produk tersebut tidak dipasarkan di Indonesia.
"Produk-produk Nestlé dibuat dengan standar pengawasan kualitas yang tinggi dan telah memenuhi semua ketentuan yang berlaku sebelum didistribusikan ke pasar," ujar Direktur Corporate and Public Affairs Nestlé Indonesia, Syahlan Siregar dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (28/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nestlé secara berkala dan dengan teliti memeriksa semua bahan baku untuk memastikan agar sesuai dengan standar Nestlé maupun standar internasional yang ada dalam bidang kualitas dan keamanan pangan," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, kandungan melamin dengan level sangat rendah terdeteksi pada tiga sampel susu produksi Abbott Laboratories, Nestle dan Mead Johnson. Ketiga perusahaan besar itu memproduksi lebih dari 90 persen dari semua susu bayi yang diproduksi di AS.
Menurut FDA, susu-susu tersebut tetap aman dikonsumsi karena level melamin yang ditemukan sangat rendah sehingga tidak membahayakan kesehatan. (ita/iy)










































