"Kalau (nama) Kirab warga tahu karena dulu kan sering dipakai kirab," ujar Zaelani, Kepala Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, di rumahnya, Jumat (28/11/2008)
Mbak Tutut yang dulunya adalah komisaris PT Garuda Graha Tiara Indonesia memang bermaksud menjadikan kompleks Garuda Pancasila raksasa itu sebagai wisma atlet dan kegiatan kepemudaan. Peserta Kirab Remaja Nasional yang merupakan program reguler Orba, sering menginap di Graha Garuda yang terletak 30 km dari Jakarta itu. Karena itulah warga sekitar Graha Garuda yang terletak di Jl Narogong Km 23 itu lebih mengenal kompleks itu sebagai Kirab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisma itu dilihat dari atas merupakan sayap Garuda Pancasila. Wisma itu berjumlah 5 di sisi kanan, 5 di sisi kiri, terbagi menjadi Wisma A, B, C, D, dan E. Mirip asrama mahasiswa.
Zaelani menuturkan, graha tersebut terletak di dua desa yaitu Desa Dayeuh dan Cileungsi Kidul. "Namun sebagian besar di Desa Dayeuh," ujarnya.
Graha Garuda selama ini rutin membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Namun Zaelani tidak tahu besarannya. "Kirab jadi sepi setelah Pak Harto lengser," ujar Zaelani.
Seingat Zaelani, sejumlah orang tertarik untuk menanamkan modal di Graha. "Ada yang mau bikin rumah sakit segala, tapi tidak pernah jadi," ujarnya.
(rdf/nrl)










































