"Saya bersyukur anak saya bebas," kata Wayan Sadat, ayah Dharmayanti, saat ditemui di rumahnya di banjar Anggar Asih, Desa Medahan, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (28/11/2008).
Wayan mengatakan, kabar baik tersebut diterima langsung dari anaknya melalui telepon. Dharmayanti menghubungi ayahnya sekitar pukul 14.00 Wita.
"Katanya bapak nggak usah khawatir, saya sudah bebas. Sekarang saya ada di kantor kedutaan (Kedubes Indonesia di India )," kata Wayan menirukan ucapan Dharmayanti kepada dirinya.
"Dengan segala hormat, saya mohon pada pemerintah bisa segera memulangkan anak saya ke Bali. Saya ini petani tidak tahu caranya seperti apa," imbuh Wayan.
Menurut Wayan, kejadian akan dijadikan pelajaran penting. Dirinya tidak akan pernah mengizinkan anaknya bekerja di luar negeri lagi.
"Anak saya juga sudah berjanji tidak akan ke luar negeri lagi. Dia mau bekerja di sini (Indonesia) saja," ungkap Wayan.
Dharmayanti dan 4 temannya bekerja di sebuah spa di Hotel Oberoi. Mereka berangkat ke India pada Januari 2008 dan akan pulang akhir Desember 2008. Namun pada Rabu 26 November, terjadi aksi terorisme di hotel tempat kelimanya bekerja itu.
(gds/djo)











































