Aksi premanisme itu dialami oleh Toto Sunandar (30) warga Bekasi, Kamis 27 November 2008 malam. Saat itu, bersama pacarnya, Ninin Damayanti (28), dia hendak menonton film di Bioskop Megaria, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.
Ketika hendak memarkir motor Suzuki Smash warna Merah B 6787 KNQ di tempat parkir resmi, Toto disuruh preman untuk memarkir di pojok belakang gedung.
"Bang, parkir di pojok Bang," kata preman tersebut seperti ditirukan Toto kepada detikcom, Jumat (28/11/2008).
"Nggak, saya parkir di sini saja," ujar Toto.
Lantas, Toto bersama kekasihnya pun menonton film. Usai menonton, Toto tersentak karena ban dalam motor sudah berada di luar. Selain itu ban tersebut juga dililitkan ke velg roda motor.
"Wah, apa-apan ini. Kerjaannya siapa nih," teriak Toto.
"Saya tidak tahu Bang," jawab seorang preman. Sedangkan preman lainnya hanya melihat dari jauh.
Mendapati situasi tidak berimbang tersebut, Toto kemudian meminta bantuan polisi. Lewat telepon genggamnya, Toto menghubungi Kapolsek Menteng, Kompol Khalidi guna memberantas premanisme tersebut. Tak berapa lama, 2 anggota polisi membekuk para preman tersebut atas perintah Kapolsek.
"Saya harap penindakan preman di Megaria tidak hanya menunggu aduan warga. Tapi terstruktur dan profesional. Apalagi Megaria kan salah satu landmark Jakarta," harapToto. (asp/nik)











































