Ketua MPR: Pemerintah Harus Maksimal Lindungi WNI di Mumbai

Ketua MPR: Pemerintah Harus Maksimal Lindungi WNI di Mumbai

- detikNews
Jumat, 28 Nov 2008 09:59 WIB
Ketua MPR: Pemerintah Harus Maksimal Lindungi WNI di Mumbai
Denpasar - Aksi terorisme di Mumbai, India, mengakibatkan 5 WNI disandera di Hotel Oberoi. Hingga kini mereka belum dievakuasi. Pemerintah pun diminta berupaya maksimal melindungi kelima orang tersebut.

"Pemerintah harus melakukan perannya secara maksimal untuk melindungi warga negaranya. Gunakan jalur diplomatik dengan India atau melalui negara-negara tetangga. Presiden harus betul-betul melindungi warga negaranya di India karena pemerintah wajib melindungi hak-hak warga negaranya," ujar Ketua MPR Hidayat Nurwahid saat ditemui di acara Dialog Bersama PKS di Kafe De Surau, Jl Mahendradatta, Denpasar, Bali, Jumat (28/11/2008).

Hidayat juga mengecam aksi terorisme itu. Menurutnya, aksi semacam itu tidak bisa diterima dengan alasan apa pun, termasuk agama. "Saya tidak menerima aksi teror di mana pun di dunia, termasuk Mumbai. Apakah dengan alasan agama atau apa saja, sebab agama apa pun juga menjadi korban terorisme. Tidak boleh pelaku terorisme dikaitkan dengan agama, sebab agama tidak mengajarkan aksi terorisme," tandasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidayat berharap, dampak negatif aksi terorisme di Mumbai itu tidak akan sampai ke Indonesia. Terlebih, ujar Hidayat, saat ini Indonesia tengah menghadapi hajatan besar berupa pesta demokrasi Pemilu 2009. "Terorisme yang terjadi tidak akan baik bagi
perkembangan demokrasi kita," ucapnya.

(sho/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini