Presiden AS George W Bush mengungkapkan bela suangkawanya kepada rakyat India. Calon pengganti Bush, Barack Obama, juga memberi pernyataan.
"Serangan terkoordinir terhadap warga sipil tak berdosa ini menunjukkan betapa bahaya dan daruratnya serangan ancaman terorisme. AS harus terus memperkuat pertemanan dengan India dan negara-negara di seluruh dunia untuk mencabut dan menghancurkan terorisme," ujar Obama seperti dilansir guardian.co.uk, Jumat (28/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paus dan Sekjen PBB Ban Ki-moon juga mengutuk serangan tersebut.
Perdana Menteri Inggeris Gordon Brown tak mau ketinggalan. "Saya kira saya bicara kepada seluruh dunia yang terkejut dan marah dengan adanya pembunuhan orang-orang tak berdosa yang tragis itu. Saya telah menyampaikan rasa simpati dan dukungan saya kepada Perdana Menteri (Manmohan) Singh. Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu Pemerintah India," ujar Brown.
Komentar dari PM Singh yang menyalahkan kelompok teroris sebagai penyerang yang memiliki 'jaringan luar' seolah mengingatkan akan hari-hari gelap hubungan India-Pakistan. Pada masa itu, India selalu menganggap Pakistan berada di balik setiap penyerangan yang dilakukan oleh kelompok militan. India menyalahkan kelompok-kelompok yang dianggap telah didirikan oleh agen mata-mata Pakistan, The Inter-Service Intelligence (ISI), untuk membalas kekalahan Pakistan dari India di perang tahun 1971.
Sebuah serangan teroris kepada parlemen India pada Desember 2001 membangkitkan mobilisasi massa kedua negara dan hampir mengakibatkan peperangan. Oleh India, kesalahan ditimpakan kepada kelompok militan Kashmir yang berbasis di Pakistan. Pemerintah Pakistan sendiri juga mengecam keras kekerasan itu dan mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas terjadinya korban jiwa.
(sho/nrl)











































