Pihak otoritas keselamatan penerbangan sipil Perancis BEA menyatakan, kecelakaan itu terjadi pukul 04.46 waktu setempat atau 15.46 GMT. Saat itu pesawat naas tersebut tengah mendekati lapangan udara di Perpignan, kota di sebelah barat daya Prancis, setelah terbang selama sekitar satu jam.
Seorang saksi mata mengaku melihat pesawat itu terjun dengan keras dan tenggelam ke dalam laut. "Saya bisa tahu itu pesawat karena saya melihat dua mesin besar. Tidak ada api sama sekali," ujar saksi yang merupakan petugas kepolisian setempat seperti dilansir Reuters, Jumat (28/11/2008).
"Pesawat itu tadinya terbang lurus, lalu menukik secara membabi-buta ke bawah. Saya berkata pada diri saya sendiri bahwa pesawat itu tidak akan pernah lagi keluar dan ada cipratan air yang besar sekali," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini dua korban telah ditemukan. Akan tetapi tidak ada harapan korban yang lain masih hidup. Belum ada pihak berwenang yang bisa memberi keterangan terkait penyebab kecelakaan itu.
"Saat ini kita belum tahu detail kemungkinan penyebab kecelakaan ini," ujar Kepala Eksekutif Air New Zealand Rob Fyfe dalam konferensi pers di Auckland.
Rob mengatakan, 5 orang warga New Zealand dan 2 orang warga Jerman berada di dalam pesawat tersebut.
Kecelakaan itu terjadi tepat 29 tahun setelah terjadinya kecelakaan udara paling buruk di New Zealand. Saat itu pesawat Air New Zealand yang tengah terbang di perairan Antarctic menabrak Gunung Erebus. Akibatnya, 257 penumpang tewas.
"Bahwa kecelakaan ini terjadi pada hari yang sama hanya menambah kesan tragedi dari kecelakaan itu," ujar Fyfe.
Pesawat A320 ini memiliki dua mesin dan 150 tempat duduk. Pesawat ini diproduksi oleh Airbus yang merupakan anak perusahaan EADS. Sekitar 1.960 pesawat jenis ini beroperasi di seluruh dunia dengan 155 operator.
Pihak Airbus mengatakan, pesawat itu memiliki mesin IAE V2500. Pesawat itu dikirim pada bulan Juli 2005 dan telah memiliki 7000 jam terbang dengan 2800 putaran penerbangan. Pihak Airbus berjanji akan membantu pihak berwenang menginvestigasi kecelakaan itu dan telah mengirim lima ahli untuk membantu. Tapi mereka tidak mau berspekulasi tentang penyebab kecelakaan tersebut.
"Saat ini belum tersedia informasi faktual," kata pihak Airbus dalam sebuah pernyataan.
(sho/gah)











































