"Saya baru dari Amerika sejak 17 Oktober sampai 15 November 2008. Sebagian waktu saya hidup di masyarakat, tidak di hotel. Saya memang ingin menyelami kehidupan masyarakat Amerika," kata Ketua Umum PAN SB saat jumpa pers di Rumah PAN, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Kamis(27/11/2008).
Sikapnya itu dilatarbelakangi oleh citra AS yang seolah-olah menjadi musuh Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dia pun menceritakan dirinya indekos di keluarga kelas menengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga pelajaran yang dia dapatkan selama sebulan di AS. Pertama, keluarga kelas menengah di AS itu jumlahnya banyak dan kuat.
"Kedua, kewirausahaannya tinggi. Dan ketiga, nasionalisme dengan American dream-nya tadi. Padahal kata para ahli di sana, krisis yang sekarang ini jauh lebih berat daripada resesi tahun 1930-an," jelas pengusaha batik asal Pekalongan ini. (nwk/sho)










































