''Mereka memilih meninggalkan rumah mereka,'' kata Ketua RT 07 Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Samarinda Utara, Jaka Tuntun, kepada detikcom Kamis (27/11/2008).
Ribuan warga tersebut mengungsi ke posko-posko siaga yang dibangun di sejumlah kelurahan. Mereka yang memiliki dana lebih memilih menginap di hotel kelas melati hingga berbintang.
''Banyak warga korban banjir yang datang menginap di sini,'' kata Petrus, salah satu petugas hotel yang berlokasi di Jl KH Agus Salim.
Pantauan detikcom, puluhan perahu karet yang diturunkan tampak lalu lalang di jalan protokol, tepatnya Jl Jenderal Ahmad Yani II untuk mengevakuasi warga. Sungai Karang Mumus yang berada di kawasan pemukiman warga di 2 kecamatan Samarinda Utara dan Samarinda Ulu,benar-benar meluap.
''Tidak ada tanda-tanda menyurut. Bahkan semakin tambah naik,'' kata Amirullah, warga Jl Dr Sutomo Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu.
Sementara, juru bicara humas Pemkot Samarinda Faisal mengaku Pemkot telah menurunkan seluruh unit kapal karet untuk mengevakuasi korban banjir. Pemkot, lanjutnya, juga mendapat bantuan dari aparat TNI dan Pemprov Kaltim,berupada dapur umum dan perahu karet.
''Pemkot segera melakukan koordinasi untuk langkah penanganan darurat. Banjir memang semakin meluas,'' kata Faisal.
(djo/djo)











































