New Media Ancaman Bagi Media Cetak

New Media Ancaman Bagi Media Cetak

- detikNews
Kamis, 27 Nov 2008 19:35 WIB
Denpasar - Media cetak mulai mendapat ancaman dari media baru yang menggabungkan teknologi internet, audio visual, dan handphone.

Demikian mengemuka pada Seminar Nasional Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) di Sanur Hotel, Denpasar, Kamis (27/11/2008).

CEO Virtual Consulting Nukman Lutfie mengatakan media internet mampu menyampaikan informasi lebih cepat sehingga berita koran kini menjadi basi. Waktu orang untuk membaca semakin sedikit serta lebih mengutamakan internet dan televisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kalangan anak muda pun kebiasan membaca koran nyaris hilang. Pimpinan Redaksi detikcom Budiono mengatakan kondisi tersebut sangat mendukung perkembangan new media. Menurutnya tak ada lagi hambatan untuk infrastruktur untuk mensinergikan internet dengan berbagai teknoogi lain seperti handphone dan televisi. Diprediksi pada masa depan yang akan terjadi adalah konvergensi antara new media dengan media cetak.

CEO Kompas Gramedia Group Agung Adiprasetyo mengatakan masih menjadikan media cetak sebagai andalan. Namun, pihaknya tetap berusaha mengkombinasikan dengan radio, televisi dan internet.

Perkembangan new media semakin menggembirakan, pasalnya menurut CEO MNC Sky Vision Handhi S Kentjono, pertumbuhan iklan diinternet antara 2007-2010 naik rata-rata 23 persen. "Dari semua media yang ada, seperti koran, televisi, radio, media internet yang terus mengalami peningkatan," katanya.

Data tahun 2006, koran sebesar 28,4 persen. Angka ini diprediksi akan terus mengalami penurunan di tahun 2010 menjadi 23,3 persen. Internet pada tahun 2006 pemasukan iklannya hanya 6,8 persen akan berkembang menjadi 13,8 persen pada tahun 2010. Perlahan tapi pasti akan naik.

(gds/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads