Terkena Krisis, Dana Kampanye PAN Dipangkas 70%

Terkena Krisis, Dana Kampanye PAN Dipangkas 70%

- detikNews
Kamis, 27 Nov 2008 19:21 WIB
Terkena Krisis, Dana Kampanye PAN Dipangkas 70%
Jakarta - Gara-gara terkena krisis global, Partai Amanat Nasional (PAN) insyaf tak lagi jor-joran iklan. Dana kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 pun dipangkas 70 persen.

"Berimbas sampai 70 persen. Kalau dulu (anggaran kampanye Pemilu 2009) Rp 500 miliar, sekarang cukup Rp 50 miliar," ujar kata Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) usai jumpa pers di Rumah PAN, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2008).

Dari jumlah total dana kampanye Rp 500 miliar itu, imbuh dia, Rp 150 miliar sampai Rp 200 miliar untuk iklan politik di TV. Kini PAN memutuskan tidak lagi beriklan besar-besaran di televisi. Dan mencari media iklan yang lebih murah seperti di koran atau di radio.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dulu bisa miliaran sekarang jutaan saja," kata dia.

Pemangkasan dana kampanye ini tak lepas dari pemasukan dana kampanye PAN. Para pengusaha anggota PAN yang menyumbang dana banyak mengalami stagnasi bahkan bangkrut karena terkena imbas krisis.

"Sekarang Rp 5 juta (sumbangannya), kalau dulu Rp 100 juta," kata dia.

Bahkan dirinya sebagai pengusaha pun tak luput terkena dampak krisis. Di kotanya, Pekalongan, banyak pengusaha batik yang tutup. Anggota PAN di Lampung yang punya bisnis perkebunan kopi pun sampai stres.

"Kopinya tidak dibayar sama importer di luar negeri. Dulu nilainya miliaran sekarang tidak ada nilainya. Saya punya kelapa sawit, itu jalan tapi rugi. Kalau stop nanti di PHK. Ya sudah diteruskan, rugi dulu, tapi bagaimana memperkecil kerugian," imbuh SB.

Bisnis portofolionya pun rugi besar-besaran. "Bisnis portofolio, indeks harga saham saya, saya punya saham Bumi, Astra, sekarang jatuh bergelimpangan. Ada yang jatuhnya sampai dengan 20 persen. Rata-rata turunnya sampai 60 persen. Beberapa hari di Amerika saya hilang triliunan," jelas SB. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads