Tim dokter bedah yang dipimpin dr Arizal Agoes, SpB-SU dan dr Saruf Singh, SpB mengira benjolan di kantung kemih itu merupakan tumor perut. Setelah diperiksa dan melibatkan dokter spesiialis, dipastikan benjolan itu bukan tumor tetapi batu buil- buil.
Hasil penelitian biokimia Universitas Universitas Sriwijaya, batu itu mengandung unsur oksolan, fosfat, dan asam urat, yang mengendap kurang lebih selama 35 tahun lebih.
โBerbagai faktor menyebabkan batu itu ada di kantung kemih. Dapat dari batu kalsium, batu infeksi, atau batu asam urat. Yang jelas, pengendapan itu terjadi karena pasien kurang banyak minum, dan saluran kencing tersumbat. Ini pemicu awalnya," kata Arizal Agoes, Kamis (27/11/2008).
Sementara Dirut RSK Charitas, Prof dr Hardi Darmawan, MPH&TM, FRSTM, kepada pers,ย kepada pers, mengatakan, batu buil- buil yang ditemukan di kantung kemih Herman Malik, adalah terbesar dan terberat di Indonesia bahkan di dunia.
Dari jelajah dunia internet yang dilakukan, kasus serupa terjadi di Taiwan, hanya saja beratnya 1,5 Kg, pasien di Israel juga mengalami hal sama tetapi berat batunya hanya 1 Kg. Sedangkan di kebanyakan Eropa hanya 1 Kg.
"Berat batu yang kita temukan, ternyata terbesar di dunia. Saya akan usulkan ke Muri bahkan dokter spesilis bedah akan membawanya pada kongres di Surabaya sebagai laporan kasus terbaru," katanya. (tw/djo)











































