Garuda di Cileungsi, Pesawat di Brasilia

Garuda di Cileungsi, Pesawat di Brasilia

- detikNews
Kamis, 27 Nov 2008 16:55 WIB
Garuda di Cileungsi, Pesawat di Brasilia
Jakarta - Pembangunan Garuda Raksasa yang dikenal sebagai Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) di Cileungsi, Bogor, mengingatkan pembangunan Kota Brasilia, ibukota Brazil. Kota yang kini makin maju perekonomiannya ini berbentuk pesawat.

Mayoritas orang yang tinggal di Brasilia sudah mengetahui Brasilia berbentuk pesawat. "Kota ini luar biasa. Kalau kita lihat dari atas, maka bentuk kota ini seperti pesawat," kata Albert, seorang staf KBRI di Brasilia saat berbincang dengan detikcom pekan lalu.

Di darat, orang yang tidak pernah melihat dari udara, tidak akan merasa bahwa bentuk Brasilia ini sebenarnya pesawat. "Tapi, kalau kita naik pesawat udara, terlihat jelas bahwa kota ini memang berbentuk pesawat. Istana Presiden itu menjadi bagian kokpitnya," terang Albert, WNI yang sudah lebih 20 tahun berada di Brazil, seraya menunjuk Palacio Planalto, Istana Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Google Earth, kota Brasilia yang berbentuk pesawat ini memang terlihat sangat jelas. Sayap pesawat membujur mengarah ke utara dan selatan. Sementara badan pesawat memanjang dari timur ke barat.

Desain pesawat Kota Brasilia ini dibuat pada 1956. Saat itu, Presiden Brazil Juscelino Kubitschek hendak memindahkan ibukota Brazil dari Rio De Janeiro ke lokasi yang berada di tengah-tengah negara Brazil. Rio De Janeiro yang menjadi kota bisnis dan wisata berada di pinggir, dekat laut.

Lantas, dipilihlah lahan di tengah-tengah negara Brazil, yang sekarang diberi nama Brasilia. Presiden Juscelino lalu membuat kontes desain kota Brasilia yang akan menjadi ibukota Brazil yang baru. Akhirnya, Lucio Da Costa dinyatakan sebagai pemenang kontes. Lucio Da Costa menjadi perancang utama mengajak koleganya, Oscar Niemeyer, menjadi kepala arsiteknya dan Roberto Burle Marx sebagai desainernya.

Kota Brasilia berhasil dibangun dalam waktu 41 bulan, dimulai 1956 dan berakhir pada 21 April 1960. Dan sejak itu, ibukota Brazil dipindah dari Rio De Janeiro ke Kota Brasilia. Sebelumnya, Rio De Janeiro menjadi ibukota Brazil sejak 1763.

Desain kota yang dibentuk Lucio Costa memang berbentuk pesawat, yang merujuk kepada burung yang membuka kedua sayapnya. Sebenarnya, awal desain yang dibentuk Lucio Costa adalah salib. Desain ini wajar saja, karena mayoritas penduduk Brazil mayoritas adalah penganut katolik.

Desain Lucio hingga sekarang terealisasi dan tertata rapi. Sayap pesawat yang mengarah ke utara dan selatan dialokasikan sebagai pemukiman Brasilia. Sementara bagian kokpit pesawat merupakan pusat politik Brazil. Di kokpit ini, berdiri tiga bangunan utama, yaitu Istana Presiden (eksekutif), parlemen (legislatif), dan pengadilan (yudikatif).

Apakah pembuatan Graha Garuda Tiara Indonesia di Cileungusi terinspirasi Brasilia? Entahlah. Yang pasti, saat ini GGTI terlantar, tak terurus. Padahal, sudah bermiliar rupiah dana dikucurkan untuk pembangunan kompleks monumental ini. (asy/nrl)


Berita Terkait