Hingga Kamis (27/11/2008) siang jenazah Tasha Brutu, masih menjalani otopsi di instalasi jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi, Jl. HM Yamin, Medan. Sejumlah anggota keluarga Tasha menunggui di rumah sakit untuk mendapat kepastian hasil otopsi.
Otopsi itu dilakukan atas permintaan keluarga yang curiga dengan kematian Tasha. Sejumlah luka tusukan di bagian perut mengindikasikan korban dianiaya sebelum menjeput ajal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban semula ditemukan tergeletak dengan kepala berlumuran darah di rumah tempatnya bekerja. Susan, istri A Yung, yang menemukan korban Rabu (26/11/2008) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban lantas dibawa ke klinik Ananda di kawasan Jl. PWS Medan. Karena luka korban terlalu parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Advent Medan. Namun korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan.
โSehari sebelum jatuh dari tangga, Tasha mau bunuh diri minum cairan pemutih, tapi tidak jadi. Terus isteri saya melihat dia jatuh di bawah tangga. Kepalanya berdarah," kata A Yung suami Susan.
Keterangan A Yung ini ditepis pihak keluarga. Abang korban, Asrun Brutu menyatakan, mereka tidak percaya Tasha meninggal karena jatuh dari tangga, dan meminta polisi untuk melakukan penyelidikan.
"Di perutnya ada bekas tusukan," ujar Asrun di RSU Pirngadi. (rul/djo)











































