PRT Asal Singkil Tewas di Medan, Diduga Dianiaya

PRT Asal Singkil Tewas di Medan, Diduga Dianiaya

- detikNews
Kamis, 27 Nov 2008 16:46 WIB
Medan - Tasha Brutu, seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akhirnya meninggal dunia setelah sehari dirawat di rumah sakit di Medan. Keluarga korban menduga, Tasha meninggal karena dianiaya.

Hingga Kamis (27/11/2008) siang jenazah Tasha Brutu, masih menjalani otopsi di instalasi jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi, Jl. HM Yamin, Medan. Sejumlah anggota keluarga Tasha menunggui di rumah sakit untuk mendapat kepastian hasil otopsi.

Otopsi itu dilakukan atas permintaan keluarga yang curiga dengan kematian Tasha. Sejumlah luka tusukan di bagian perut mengindikasikan korban dianiaya sebelum menjeput ajal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tasha (21) merupakan warga Kampung Baru, Kecamatan Penanggalan, Kabupaten Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Sudah hampir dua bulan di bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah A Yung, di Jl, PWS, Medan.

Korban semula ditemukan tergeletak dengan kepala berlumuran darah di rumah tempatnya bekerja. Susan, istri A Yung, yang menemukan korban Rabu (26/11/2008) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban lantas dibawa ke klinik Ananda di kawasan Jl. PWS Medan. Karena luka korban terlalu parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Advent Medan. Namun korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan.

โ€œSehari sebelum jatuh dari tangga, Tasha mau bunuh diri minum cairan pemutih, tapi tidak jadi. Terus isteri saya melihat dia jatuh di bawah tangga. Kepalanya berdarah," kata A Yung suami Susan.

Keterangan A Yung ini ditepis pihak keluarga. Abang korban, Asrun Brutu menyatakan, mereka tidak percaya Tasha meninggal karena jatuh dari tangga, dan meminta polisi untuk melakukan penyelidikan.

"Di perutnya ada bekas tusukan," ujar Asrun di RSU Pirngadi. (rul/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads