"Kami harap ada masyarakat lain yang berperan aktif dari UKM/Koperasi.
Supaya inovasi energi alternatif dapat memasyarakat," kata Deputi Kepala
BPPT Bidang Teknologi Informatika Energi dan Material Marjan A Iskandar saat meninjau pabrik bio diesel di Puspitek, Serpong, Banten, Kamis (27/11/2008).
Ia mencontohkan, UKM dan Koperasi dapat menjadi pengumpul bahan baku dasar
seperti minyak jelantah. Sebaliknya, dapat juga menjual biosolar untuk
keperluan masyarakat.
"Jadi ibu-ibu dapat membeli minyak goreng di warung dengan sistem tukar
tambah. Minyak jelantah dapat dibeli Rp 3.000/liter," usul Marjan.
Sejauh ini, aplikasi biodiesel masih mengandalkan peran pemerintah lewat
SPBU PT Pertamina. Di pom bensin milik Pertamina, biodiesel dijualย menggunakan merek biosolar.
"Tetapi volumenya masih kecil, baru 5 persen saja," imbuh Marjan.
Dalam peninjauan pabrik tersebut, ditunjukan proses pembuatan biodiesel.
Salah satu bahan baku dari minyak jelantah disaring secara manual terlebih
dahulu. Kemudian, menggunakan proses kimia, minyak itu diubah menjadi bio
diesel.
"Hasil akhirnya dites di laboratorim, untuk memastikan kualitas produksi.
pabrik ini mampu menghasilkan biodiesel 15 ton/hari," tukas Kepala Balai
Rekayasa Disain dan Penerapan Teknlogi BPPT Soni Wirawan pada kesempatan
serupa.
(Ari/irw)











































