Demikian diungkapkan Alex Chamberlain, yang bekerja untuk Indian Premier League (IPL) di Mumbai. Dia saat itu tengah berada di restoran di Hotel Oberoi ketika mendengar suara letusan senjata.
Ketika para teroris menyerbu masuk ke hotel tersebut, Alex dan sekelompok orang lainnya berlarian menuju dapur restoran. Dikatakannya, salah satu pelayan resto tertembak di lengannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Alex, sekelompok orang yang terdiri dari 30 atau 40 orang kemudian disuruh berbaris oleh seorang pria muda bersenjata api. Usianya sekitar 22-23 tahun.
Pria bersenjata itu kemudian meminta orang-orang itu mengangkat kedua tangan mereka. Penyerang tersebut kemudian menanyakan apakah ada orang Inggris atau Amerika di antara mereka.
"Teman India saya bilang ke saya: "jangan jadi pahlawan dan bilang ke dia kamu orang Italia dan semacamnya," kata Alex.
Alex berhasil kabur dengan menyelinap lewat pintu darurat tanpa diketahui pria bersenjata itu.
(ita/iy)











































