Hal itu dikatakan Amien Rais kepada wartawan disela-sela API Public Forum di Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (27/11/2008).
"Dari Alif sampai Zak, dari A sampai Z saya tak percaya dia (Adam Malik) agen CIA," tegas Amien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amien meyaknini seorang patriot dan nasionalis seperti Adam Malik itu tak terbersit sedikitpyn menjadi agen asing. "Jadi agen asing itu nista dan hina. Jadi budak kepentingan Amerika, gak ketemu nalarnya," pungkas Amien.
Keluarga Harus Membantah
Di tempat yang sama, sejarahwan LIPI Prof Dr Taufik Abdullah mengatakan tuduhan terhadap Adam Malik itu sebagai upaya intelijen untuk membuat miss informasi. Oleh karena itu keluarga Adam Malik harus membantahnya. Namun dia tidak setuju bila buku “Membongkar Kegagalan CIA” karya Tim Weiner itu ditarik.
"Tugas intelijen kan mencari informasi atau memberi informasi yang terbalik atau miss informasi,” kata Taufik.
Taufik menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal. Sebab ditilik dari jejak sejarahnya, Adam Malik adalah seorang nasionalis yang cenderung sosialis. Adam Malik terkenal sebagai pengikut Tan Malaka yang berseberangan dengan Syahrir namun juga mengakui Soekarno sebagai gurunya.
"Payah kalau soal itu. Tak masuk akal ia agen CIA. Dia adalah nasionalis yang cenderung sosialis. Apalagi ia berbasis sekolah agama pula," ungkap alumni Sejarah UGM itu.
"Dibantah saja oleh keluarga dan pemerintah. Tapi jangan dibakar (bukunya) atau diobok-obok karena sudah biadab itu," imbuhnya.
Menurut Taufik, Adam Malik adalah sosok tokoh pemuda yang mendorong segera ada proklamasi kemerdekaan. Adam Malik sempat menjadi menteri perdagangan, dubes di Moskow dan menjadi Wakil Presiden RI setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
"Saya kagum dengannya. Meski dia menginginkan Soekarno turun, tapi tidak berkhianat karena memang realitas politiknya waktu itu Soekarno memang sudah ditinggalkan pendukungnya" ungkap dia.
(bgs/djo)











































