Saat itu, di kompleks GGTI telah berdiri wisma, hotel dan ruang konvensi. Namun pembangunannya belum 100%. Meski demikian, tamu-tamu telah berdatangan. Rombongan Kirab Remaja Nasional juga selalu diinapkan di situ.
Â
"Ada 150-an warga asing yang dahulu tinggal di sini sekitar 1 bulan. Mereka kebanyakan dari Jepang dan Korea.Waktu itu sedang kerusuhan Mei, jadi takut ke Jakarta. Mereka singgah di sini," jelas Narto (nama samaran), seorang petugas keamanan yang bergabung GTTI sedari awal, di lokasi, Kamis (27/11/2008).
Â
Kompleks seluas 44 hektar yang terletak persis di pinggir jalan raya Narogong ini memang mudah dijangkau. "Di sini dekat dengan pabrik," tambahnya.
Tamu-tamu yang datang umumnya rombongan instansi pemerintah dari daerah. "Waktu itu Pak Dibyo Widodo (Kapolri saat itu) pada Juli tahun 1997 datang ke sini pakai helikopter. Meninjau kesiapan pasukan polisi yang mau merayakan ulang tahun polisi," urainya.
Â
Ratusan polisi, kala itu, sebelum merayakan ulang tahun mereka di Jakarta membuat persiapan di situ. "Mereka latihan gladi resik, terus pas acaranya rombongan jalan ke Jakarta pakai puluhan bus," cerita Narto.
(ndr/nrl)











































