"Di AS cuma dua orang yang dipilih dan dua partai. Gampang sekali pemilu di AS. Yang ikut pemilu biasanya hanya 50 persen penduduk. Kita 84 persen," kata JK saat membuka Rakornas Bawaslu dan Pencanangan Gerakan Nasional Pengawas Pemilu di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2008).
"Maaf, orang yang memilih SBY-JK jauh lebih tinggi dari Obama. 75 Juta orang yang memilih SBY-JK. Obama cuma 60 juta," lanjut JK yang disambut tawa hadirin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga negara Indonesia, lanjut JK juga paling sering memilih. Hal itu karena adanya pemilihan bupati/walikota, pemilihan gubernur, pemilihan anggota DPR dan pemilihan presiden (Pilpres).
Jika selain pemilihan anggota legislatif, pemilihan berlangsung dua putaran, kata JK, warga Indonesia terhitung memilih tujuh kali.
"Kalau lurah dipilih lewat TPS juga bisa delapan kali," ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.
Pada kesempatan tersebut,JK juga menyoroti anggapan bahwa Indonesia negara demokrasi ketiga setelah AS dan India. Menurutnya, jika ukurannya penduduk, maka anggapan itu tidak salah. (irw/iy)











































