Saat peristiwa maut itu terjadi, wanita tersebut sedang berada di Hotel Oberoi, Mumbai untuk urusan bisnis. Dia dan rekan-rekannya baru saja duduk untuk makan malam di restoran hotel tersebut. Saat itulah tiba-tiba terdengar suara letusan senjata di luar restoran.
Awalnya mereka tidak tahu suara apa itu. Kemudian, salah seorang rekan Testolini melihat seorang pria ditembak hingga tewas di luar pintu depan restoran. Orang-orang pun berlarian ketakutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Testolini, dia dan lusinan orang lainnya kabur lewat dapur dan pergi menuju ballroom. Di sana mereka menemukan tempat persembunyian. Selama pelarian itu, suara letusan senjata terus terdengar, bahkan para teroris sempat mengejar mereka.
Dikatakan Testolini, dirinya beserta 200 orang lainnya menunggu di ruangan ballroom yang gelap itu selama beberapa jam. Sampai akhirnya para staf hotel mulai mengevakuasi para tamu ke jalan raya. Sejenak, Testolini merasa dirinya sudah aman.
Namun kemudian, suara letusan senjata kembali terdengar. "Mereka mengejar kami dan kami lari, kami bisa mendengar mereka menembaki ke arah kami," kata wanita pendiri yayasan anak In A Perfect World itu.
Testolini dan rekan-rekannya akhirnya berlindung di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Dari tempat tersebut, mereka terus mengikuti berita dengan BlackBerry mereka. Mereka menunggu tanda-tanda situasi aman. Wanita itu menurut rencana akan meninggalkan Mumbai pada Kamis sore. (ita/nrl)











































