"Perencanaannya bagus sekali. Selain hotel, rencananya juga akan dibangun kolam renang, lapangan bola dan apartemen," kata pembuat maket GGTI, Refnaldy Kibbi, kepada detikcom, Kamis (27/11/2008) pukul 09.20 WIB.
Selain itu, dua tower apartemen berlantai lebih 20 juga akan dibangun tak jauh dari hotel GGTI. Refnaldy mengaku membuat maket bangunan di Jalan Raya Narogong KM 23 itu pada 1997.
"Sekitar bulan Agustus 1997 dibuatnya. Saya dapat order dari konsultan arsitek gitu," katanya. Order itu didapatnya setelah bangunan GGTI setengah jadi.
Namun Refnaldy keberatan menyebutkan nilai kontrak yang didapatnya. "Nggak usah disebut deh, saya agak keberatan," ujar salah satu pemilik Rezand Production itu.
Refnaldy juga tidak mengetahui pasti mengapa megaproyek yang dikomandoi putri Soeharto, Mbak Tutut, itu mandeg. "Nggak tahu ada masalah apa, kalau nggak salah nggak seberapa lama setelah Pak Harto lengser," lanjutnya.
Refnaldy mengatakan, dalam rangka pembuatan maket, dirinya pernah berada di hotel yang mirip burung Garuda raksasa itu selama dua hari. Saat itu, hotel mewah itu belum beroperasi.
"Waktu itu hotelnya belum jadi banget, mungkin sekitar 80 persen," katanya.
Refnaldy yang menetap di Cileungsi mengaku sering lewat lokasi GGTI. Dia melihat saat ini bangunan tersebut tak terurus. "Banyak rumput tinggi-tinggi," katanya.
Kompleks Graha Garuda Tiara di atas lahan 44,6 hektar itu dibuat untuk menangguk rezeki pada pelaksanaan Sea Games XIX, yang digelar di Jakarta Oktober 1997. GGTI awalnya digunakan sebagai tempat penampungan atlet dan asrama Kirab Remaja Nasional. (ken/nrl)











































