"Kerugian yang diderita masyarakat akibat kemacetan di DKI Jakarta diprediksi mencapai 48 triliun per tahun," ujar Direktur PT Parmintoris, Deddy Aries di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
PT Parmintoris merupakan rekanan dari Pemprov DKI Jakarta. Wagub DKI Jakarta rencananya akan memajukan jam masuk anak sekolah pada 1 Januari 2009. Parmintoris menggunakan data hasil penelitian lembaga studi Sitramp tahun 2004 dan Dikmenti tahun 2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Deddy, kerugian itu mencakup polusi inproduktivitas, pemborosan BBM. Setiap hari puncak kemacetan tersebut selalu dialami pada pagi dan sore hari.
"Puncak macet pagi hari pukul 06.30-09.00 WIB dan sore hari pukul 16.30-19.30 WIB," ujarnya.
Kemacetan tersebut, lanjut Deddy, mengakibatkan stres yang tinggi, meningkatnya polusi udara, dan terganggunya kegiatan bisnis. Di sisi lain, kemacetan ini imbasnya pada perkembangan angkutan massal akibat lalu lintas yang macet.
Upaya jangka pendek, maka direncanakanlah untuk memajukan jam masuk anak sekolah. Meskipun dengan memajukan jam masuk itu tidak bisa mengatasi kemacetan.
"Hanya mengurangi kemacetan saja. Untuk anak sekolah bisa mengurangi kemacetan 6-14 persen dan pekerja swasta 15-25 persen," jelasnya. (gus/gah)










































