"Awalnya saya dan keluarga emosi. Namun setelah saya beli bukunya dan saya baca, saya malah tertawa. Ternyata buku ini mengakui kebohongannya," ujar Otto sambil sumringah memegang buku bercover lambang CIA itu.
Hal itu dikatakan Otto saat Dialog Kenegaraan bertajuk 'Komitmen dan Kemandirian Pemimpin Bangsa' di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otto juga meragukan isi buku bersampul merah itu (versi Indonesia) yang mengatakan Soekarno ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahannya sendiri.
"Soekarno nggak sebodoh itulah," cetus Otto yang datang bersama istrinya, Heti.
Sementara itu sejarahwan Asvi Warman Adam yang juga hadir dalam dialog mempertanyakan kompetensi mantan anggota CIA, Clyde McAvoy, yang dijadikan narasumber Wiener. Sebab, wawancara dilakukan sesudah kurang lebih 40 tahun lalu sejak kejadian yang coba dijelaskan.
"Selama 40 tahun bisa saja lupa atau mungkin ditambahkan. Belum lagi tidak ada dokumen tertulisnya," ujar peneliti LIPI ini. (lrn/nwk)











































