Eks Bendahara KBRI Singapura Menangis Bacakan Pledoi

Eks Bendahara KBRI Singapura Menangis Bacakan Pledoi

- detikNews
Rabu, 26 Nov 2008 15:49 WIB
Jakarta - Mantan Bendahara KBRI Singapura, Erizal, menangis saat membacakan pledoi. Terdakwa kasus dugaan korupsi biaya renovasi gedung KBRI Singapura ini bercucuran air mata saat curhat mengenai keluarganya.

"Sulit untuk menerima kenyataan ini berpisah dari keluarga," kata Erizal di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2008).

Erizal mengaku selalu memikirkan anaknya selama di tahanan. Dia khawatir buah hatinya akan minder hingga tidak mau sekolah lagi jika mengetahui kondisinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erizal juga berpesan kepada istrinya untuk tidak memberitahu kasus yang menimpanya kepada kakaknya. "Kakak saya sakit-sakitan dan sudah tua. Mereka juga masih tergantung pada saya," kata Erizal.

Erizal pun menyesal karena tidak dapat menyelesaikan karir dengan baik di Departemen Luar Negeri dan menyesali perbuatannya.

Namun di balik itu semua, Erizal yang dituntut hukuman 5 tahuh penjara ini merasa mendapat hikmat atas kasusnya ini.

"Jangan terlalu loyal terhadap atasan, tidak baik. Jangan juga terlalu percaya pada bawahan," cetus dia sambil mengusap air mata yang menetes di pipi.

Kasus ini terjadi pada tahun 2003, ketika KBRI Singapura hendak merenovasi gedung KBRI, dan rumah dinas pejabat kedutaan. Kasus yang merugikan negara Rp 16,4 miliar itu. (mok/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads