Namun demikian, pernyataan Ma'arif tersebut dinilai sarat muatan politis tertentu dan ditengarai ada kompromi politik di balik ucapan penerima Magsasay Award itu.
"Setokoh beliau sudah menyebut nama, kalau tidak ada kompromi dan bargaining politik rasanya tidak mungkin," ujar Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo pada detikcom, Rabu (26/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Tjahjo menjelaskan setiap anggota masyarakat maupun tokoh intelektual sekalipun mempunyai hak untuk mendukung atau menokohkan seseorang menjadi kandidat presiden berikutnya. "Tiap orang punya panutan masing-masing. Panutan itu sah-sah saja," pungkasnya. (lrn/nrl)










































