"Kenaikan harga sembako melampaui kenaikan daya beli rakyat," tulis iklan bergambar Megawati tersenyum lebar itu.
"80% rakyat menilai pemerintahan saat ini gagal mengendalikan harga sembako karena semakin tak terjangkau," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mana mungkin harga sembako turun kalau pemerintahannya (dulu) mengidap korupsi, kalau waktu berkuasa (dalam waktu singkat) aset negara sempat dijual, kalau partainya sibuk cakar-cakaran, tendang sana tendang sini, kalau pimpinannya alergi demokrasi, bergaya feodal," begitu bunyi iklan dengan latar warna biru itu.
"Mari kita pilih yang pasti, lupakan yang mana mungkin," begitu akhir iklan di sebuah koran ibukota tersebut.
Uniknya, dalam terbitan beberapa koran ibukota edisi Rabu (26/11/2008), iklan Megawati dan pendukung SBY itu dipasang berdampingan atas bawah sehingga membuat pembaca tersenyum simpul. (nrl/ken)











































