Hanya saja ketegasan, keberanian mengambil sikap dan tidak mengedepankan popularitas yang dipakai Syafi'i sebagai kriteria The Real President dinilai belum cukup untuk memajukan JK sebagai capres Golkar.
"Kami menghargai pernyataan Pak Syafi'i Ma'arif tersebut. Hanya saja syarat itu belum cukup, kita juga harus melihat elektibilitas (tingkat keterpilihan)," ujar Ketua Harian Bappilu Partai Golkar Burhanudin Napitupulu ketika dihubungi detikcom, Rabu (26/11/2008).
Menurut Burnap, panggilan akrab Burhanudin, tingkat elektibilitas seorang tokoh sangat mempengaruhi Partai Golkar dalam menentukan capresnya pada Rapimnas usai pemilu legislatif nanti.
Burnap mengatakan, meski perolehan suara Golkar mencapai target 30 persen suara dan berpeluang memajukan capres dari kalangan internal partai, elektibiltas tetaplah menjadi pertimbangan yang penting.
Burnap menjelaskan, majunya calon lain dari internal partai selain JK juga dimungkinkan jika partai mencapai target suara namun elektibilitas JK rendah.
"Namun kita juga harus mengkaji terlebih dahulu hasil survei tentang elektibilitas tersebut, dan tetap menawarkan kepada ketua umum untuk menjadi capres," ujar politisi senior ini.
(lrn/nrl)











































